Pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat sehingga ia dapat bertanggung jawab secara biologis, psikologis, paedagogis dan sosiologis terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Pendidikan merupakan makanan pokok yang harus dikonsumsi oleh masyarakat agar kualitas sumber daya manusianya tinggi. Pendidikan juga berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang. Supaya hal-hal tersebut dapat tercapai, pemerintah mendirikan lembaga agar kegiatan kependidikan tersebut dapat berjalan lancar. Sekolah memiliki struktur sosial yang diisi oleh para cendikiawan. Untuk menjadi seorang yang intelektual tentu harus memiliki pendidikan yang tinggi dan itu bisa didapatkan di bangku kuliah.
Melihat kondisi
pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas
pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih
saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan.
Berbicara mengenai pendidikan di
Indonesia tidak lepas dari krisis pendidikan yang disebabkan oleh krisis
ekonomi global. Biaya pendidikan yang melambung tinggi membuat anak-anak yang
dari kelas menengah kebawah merasa dirugikan karena harus putus sekolah dan
membantu orang tua dalam memperbaiki perekonomian keluarga. Hal ini dapat
membuat Indonesia semakin diremehkan karena kualitas SDM-nya buruk.
Belum lagi kurikulum yang kian silih berganti dan tidak konsistennya pemerintah membuat masyarakat kebingungan. Sampai sekarang pendidikan di Indonesia masih luntang lantung karena sering mengalami perubahan. Seetiap pergantian meteri pendidikan pasti kurikulum juga berubah. Padahal sebenarnya kurikulum itu tidak boleh diganti. Jika kita melirik ke negara lain, mereka memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi karena mereka tidak dibuat bingung dengan perubahan yang begitu cepat. Kurikulum yang lama belum terserap dengan sempurna sudah diganti dengan yang baru. Hal ini mengakiatkan banyaknya pemborosan biaya pendidikan seperti mencetak buku-buku sesuai dengan kurikulum yang baru. Padahal dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai sektor-sektor lain dalam bidang pendidikan. Yang lebih parahnya lagi, kurikulum yang direvisi tersebut bukannya memudahkan malah semakin mempersulit para siswa dalam melaksakan tanggung jawabnya sebagai siswa sebab pelaksanaannya ribet.
Belum lagi kurikulum yang kian silih berganti dan tidak konsistennya pemerintah membuat masyarakat kebingungan. Sampai sekarang pendidikan di Indonesia masih luntang lantung karena sering mengalami perubahan. Seetiap pergantian meteri pendidikan pasti kurikulum juga berubah. Padahal sebenarnya kurikulum itu tidak boleh diganti. Jika kita melirik ke negara lain, mereka memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi karena mereka tidak dibuat bingung dengan perubahan yang begitu cepat. Kurikulum yang lama belum terserap dengan sempurna sudah diganti dengan yang baru. Hal ini mengakiatkan banyaknya pemborosan biaya pendidikan seperti mencetak buku-buku sesuai dengan kurikulum yang baru. Padahal dana tersebut bisa digunakan untuk membiayai sektor-sektor lain dalam bidang pendidikan. Yang lebih parahnya lagi, kurikulum yang direvisi tersebut bukannya memudahkan malah semakin mempersulit para siswa dalam melaksakan tanggung jawabnya sebagai siswa sebab pelaksanaannya ribet.
Pendidikan dan
mahasiswa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari sebab majunya dan
sejahteranya suatu bangsa. Mahasiswa dan pendidikan adalah satu kesatuan,
mahasiswa sebagai pelaksana dan pendidikan sebagai media dari terwujudnya
kesejahteraan tersebut. Mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan yaitu,
agent of change, social control dan iron stock.
Mahasiswa adalah fase dimana seseorang yang memiliki intelektual yang cukup,
kekuatan fisik dan pemikiran yang matang. Dalam memajukan pendidikan Indonesia
mahasiswa harus dapat mengontrol kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah
dalam dunia pendidikan dengan pikiran intelektual dan kritis sebagai seorang
mahasiswa dan juga turut berperan aktif dalam mengembangkan potensi diri agar
dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
Saya
selaku mahasiswa juga merasa memiliki peran dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia, yaitu:
1. Saya
akan melakukan riset-riset dan penelitian untuk meningkatkan kualitas sehigga
pendidikan di Indonesia bisa merata. Cara yang paling sederhana adalah
melakukan studi lapangan karena dengan cara ini kita bisa lebih tahu bagaimana
kondisi sebenarnya dalam kontestasi pendidikan
2. Saya
akan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepadan masyarakat itu
bukan hanya persoalan antara melakukan kebijakan-kebijakan yang luar biasa
dengan langkah yang begitu hebat, tapi bisa dimulai dengan hal-hal kecil
seperti menyumbangkan buku-buku yang menurut saya tidak dibutuhkan lagi kepada
orang yang lebih membutuhkan
3. Mensosialisakan
pendidikan itu penting, bukan hanya pendidikan bukan hanya sekolah tapi
bagaimana pengalaman dan pembelajaran itu menjadi salah satu sarana dan
prasarana dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
4. Peran
saya yang paling penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia
adalah saya akan meningkatkan kualitas diri saya sebagai salah seorang
mahasiswa yang memiliki karakter, bisa mengamalkan Pancasila dan bisa
melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan saya, karena
saya percaya ketika kualitas saya dan teman-teman saya bisa lebih ditingkatkan
maka dengan itu saya bisa membantu orang lain dengan upaya-upaya peningkatan
kualitas sehingga prioritas pemerintah itu bukan hanya masyarakat perkotaan
saja tapi juga menyentuh pedesaan dan sarana prasarana serta infrastrukturnya
yang masih belum merata.
Oleh karena itu,
mahasiswa sebagai tokoh cendikiawan harus mampu melakukan perubahan yaitu
meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia agar bangsa kita tidak lagi
dipandang ebelah mata oleh negara lain. Tunjukan pada dunia bahwa rakyat
Indonesia tidak kalah hebatnya dengan orang luar.
Hidup Mahasiswa !
Hidup Rakyat Indonesia !
Hidup Pendidikan Indonesia !
Hidup Rakyat Indonesia !
Hidup Pendidikan Indonesia !
Biografi singkat tentang Penulis:
Hello readers, aku Dear Chikita Belia biasa di panggil Dea.
Sekarang aku kuliah di Universitas Negeri Jakarta prodi Pendidikan Luar Biasa. NIM aku di UNJ 1102617022.
Aku lahir di Payakumbuh, 30 Maret 1999. Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Aku pernah mengenyam pendidikan di SDN 03 Pakan Kurai, SMPN 6 Bukittinggi dan di SMAN 2 Bukittinggi. Impian terbesar ku adalah ingin memiliki yayasan sendiri untuk orang-orang disabilitas.
Sekian Terima Kasih ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar